Pemberdayaan Kader Kesehatan di Desa Pucakwangi Pati sebagai Upaya Penyelamatan 1000 HPK

Pemberdayaan Kader Kesehatan di Desa Pucakwangi Pati sebagai Upaya Penyelamatan 1000 HPK

Pati - Pada hari Senin (22/1) telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Pucakwangi, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati. Kegiatan yang dimulai pukul 8 pagi hingga 12 siang ini diikuti oleh 32 kader kesehatan dari 6 dukuh di Desa Pucakwangi, yaitu Dukuh Jatilawang, Dukuh Pucakwangi, Dukuh Balong, Dukuh Gandu, Dukuh Budeng dan Dukuh Sambirowo.

Kegiatan yang bertemakan pemberdayan perempuan dalam upaya penyelamatan Seribu Hari Pertama Kehidupan  ini didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Diponegoro. Kegiatan ini juga bersamaan dengan pelaksanaan KKN Undip tim 1 tahun 2018 di Kecamatan Pucakwangi I Pati, sehingga pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan mahasiswa dari 3 keilmuan yakni Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Budaya dan Ilmu Sains.

Ketua Tim Pengabdian, Ibu Ratih Indraswari, SKM, M.Kes, menyampaikan bahwa  porsi makan ibu hamil perlu ditingkatkan sebanyak 2 kali dari porsi biasanya. Selain itu, ibu hamil perlu meminum tablet Fe yang bisa diperoleh secara gratis melalui Bidan Desa maupun Puskesmas setempat. Tablet Fe sebaiknya diminum 1 kali dalam 1 hari. Setidaknya, ibu hamil diwajibkan mengonsumsi tablet Fe minimal 90 kali selama  masa kehamilannya. Jika kebutuhan akan zat besi tidak terpenuhi, ibu hamil akan berisiko menderita anemia yang dapat membahayakan diri dan janinnya. Selain itu, para kader juga diajarkan cara menghitung IMT (Indeks Massa Tubuh) untuk ibu hamil dan kebutuhan gizinya.

Ketua PKK Desa Pucakwangi menyebutkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan semangat para kader untuk lebih giat menyadarkan masyarakat di dukuhnya masing-masing agar mau dan mampu memperhatikan asupan gizi diri dan keluarganya. Kader kesehatan sebagai kepanjangan tangan dari Dinas Kesehatan memiliki potensi besar untuk menjangkau dan memperbaiki perilaku makan masyarakat di daerahnya dengan mulai memberikan contoh dari diri mereka sendiri. Kader juga perlu menyampaikan manfaat dan bahaya makanan yang biasa dikonsumsi oleh warganya.

Perubahan perilaku makan pada masyarakat di Desa Pucakwangi tidak serta merta dapat langsung diubah. Hal ini disebabkan kebiasaan masyarakat yang berkaitan dengan budaya ibu-ibu setempat dalam hal penyiapan makanan. Budaya masyarakat di Desa Pucakwangi yang kurang sehat sepatutnya dapat dikurangi. Kondisi tersebut merupakan peluang berbagai pihak, khususnya Perguruan Tinggi, untuk lebih memfokuskan program pengabdian berupa program peningkatan status gizi masyarakat.

(FKM-UNDIP/HUMAS)


NEWS
  Deadline for abstract submission: June 11th, 2018 |   Notification of abstract acceptance: June 25th 2018 |   Early bird deadline: June 29th 2018