ABSTRAK
Judul: HUBUNGAN KARAKTEISTIK PENDERITA TUBERKULOSIS DENGAN KONVERSI DAHAK PADA PENGOBATAN TAHAP INTENSIF DI KABUPATEN KLUNGKUNG PROPINSI BALI TAHUN 2002 (2002 - Skripsi)
Oleh: I GUSTI AYU GEDE OKA SWARNINGSIH -- E2A200039
Kata Kunci: TUBERKULOSIS, KARAKTERISTIK PENDERITA, KONVERSI DAHAK, KLUNGKUNG BALI, 2002

Tuberculosis merupakan penyakit infeksi yang bersifat menular. Pengobatan tuberculosis diberikan dalam 2 tahap yaitu tahap intensif dan lanjutan. Bial pengobatan tahap intensif diberikan secara tepat, penderita menular menjadi tidak menular dalam kurun waktu 2 minggu. Sebaigan besar penderita tuberlulosis BTA positif menjadi BTA negatif (konversi) pada akhir pengobatna intensif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik penderita tuberculosis yaitu: umur, jenis kelamin, tipe penderita, pendidikan, pekerjaan, keteraturan berobat, PMO serta jenis panduan OAT dengan konversi dahak di Kabupaten Klungkung.

Jenis penelitian adalah explanatory survey dengan pendekatan cross sectional. Sample penelitian adalah total populasi sebanyak 61 orang dan memenuhi criteria inklusi dan eksklusi sebanyak 58 orang. Analisis data secara univarait, bivarait deskriptif dan bivariat analitik dengan uji Chi Square.

Hasil penelitian secara statistik ada hubungan yang signifikan jenis kelamin (p=0,044), pekerjaan (p=0,042), pendidikan (p=0,040), keteraturan berobat (0,001), PMO (p=0,008), dengan konversi dahak. Sedangkan hubungan umur (p=0,057), tipe dahak (p=0,881) dan jenis panduan OAT (p=0,881) dengan konversi dahak secara statistik tidak signifikan.

Disarankan perlunya upaya meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya keteraturan berobat agar terjadi konversi dahak dan meningkatkan fungsi PMO dalam pengawasan pengobatan untuk memotivasi penderita tuberculosis berobat secara teratur.

Perlu penelitian lebih lanjut dan mendalam mengenai hubungan karakteristik penderita tuberculosis dengan konversi dahak.
(VF,040204)



>> H.E.L.P. <<
HOME
©opyleft 2003 by solpro dot net